BANYUWANGI, — Gerakan Asri Aman Sehat Resik Indah (AASRI) yang digagas oleh Kodim 0825/Banyuwangi terus berlanjut dan menunjukkan dampak nyata bagi kebersihan lingkungan pesisir. Kamis (5/2/2026), kegiatan tersebut kembali digelar di kawasan Pantai Pancur, Taman Nasional Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
Pantai Pancur yang berada di kawasan konservasi Taman Nasional Alas Purwo selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan wisata alam dengan nilai ekologis tinggi. Namun, aktivitas alam dan manusia kerap menyisakan persoalan klasik berupa timbunan sampah, terutama sampah plastik dan material kiriman dari laut. Kondisi inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan Gerakan AASRI secara berkelanjutan.
Kegiatan pada Kamis pagi diawali dengan apel pagi yang diikuti seluruh peserta. Dalam apel tersebut, disampaikan pentingnya kebersamaan, kedisiplinan, serta pendekatan humanis dalam menjaga lingkungan. Apel pagi juga menjadi sarana penyamaan persepsi bahwa kegiatan korve bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan dan kelestarian alam.
Usai apel, personel Kodim 0825/Banyuwangi bersama anggota Polri dan masyarakat langsung menyebar ke sejumlah titik di kawasan Pantai Pancur. Dengan peralatan sederhana, mereka memungut sampah yang berserakan di sepanjang garis pantai, area pesisir, hingga jalur-jalur yang kerap dilalui pengunjung. Suasana kebersamaan terlihat jelas ketika aparat dan warga bekerja berdampingan tanpa sekat.
Pendekatan humanis menjadi ciri khas dalam pelaksanaan kegiatan ini. Anggota TNI dan Polri tidak hanya berfokus pada kegiatan fisik, tetapi juga berinteraksi aktif dengan masyarakat, memberikan edukasi ringan mengenai dampak sampah terhadap lingkungan dan ekosistem pantai. Dialog santai tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran jangka panjang agar masyarakat turut menjaga kebersihan setelah kegiatan selesai.
Gerakan AASRI sendiri telah dimulai sejak Selasa (6/1/2026). Sejak awal pelaksanaannya, kegiatan ini dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan di kawasan Pantai Pancur. Berdasarkan data yang dihimpun, hingga Kamis (5/2/2026), total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 34 ton. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya persoalan sampah sekaligus tingginya komitmen seluruh pihak yang terlibat.
Khusus pada pelaksanaan kegiatan Kamis ini, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan tercatat sebanyak 800 kilogram atau setara 8 kuintal. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan dipilah untuk selanjutnya dikelola sesuai ketentuan, agar tidak kembali mencemari kawasan konservasi.
Sebelum Gerakan AASRI digelar, sejumlah titik di Pantai Pancur terlihat kotor dengan tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan dan berpotensi merusak ekosistem. Setelah rangkaian kegiatan korve dilakukan, kondisi pantai tampak jauh lebih bersih dan tertata. Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar maupun pengunjung yang berada di kawasan tersebut.
Selain memberikan manfaat langsung berupa lingkungan yang bersih, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara TNI dan Polri dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial. Kebersamaan yang terbangun di lapangan menjadi wujud nyata soliditas aparat negara dalam mendukung program pelestarian lingkungan.
Gerakan AASRI menekankan empat nilai utama, yakni asri, aman, sehat, dan indah. Keempat nilai tersebut dipandang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam upaya menjaga kawasan wisata alam seperti Pantai Pancur. Lingkungan yang bersih diyakini akan menciptakan rasa aman dan nyaman, sekaligus mendukung kesehatan masyarakat dan kelestarian alam.
Bagi masyarakat Desa Kalipait, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Keterlibatan langsung warga dalam kegiatan korve diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap kawasan Pantai Pancur, sehingga kebersihan dapat terjaga secara berkelanjutan, tidak hanya saat kegiatan berlangsung.
Ke depan, Kodim 0825/Banyuwangi berharap Gerakan AASRI dapat terus dilaksanakan dan menjadi contoh bagi wilayah lain, khususnya kawasan pesisir dan daerah konservasi. Melalui kolaborasi antara TNI, Polri, dan masyarakat, upaya menjaga lingkungan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan bersama yang berkesinambungan.
Dengan terciptanya lingkungan Pantai Pancur yang bersih, asri, dan terjaga, kawasan Taman Nasional Alas Purwo diharapkan dapat terus memberikan manfaat ekologis sekaligus menjadi destinasi wisata alam yang nyaman dan lestari bagi generasi mendatang.
