Sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan lembaga pendidikan terus diperkuat melalui kegiatan kunjungan dan sosialisasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Ad-Dzikra, yang berlokasi di Kelurahan Tukang Kayu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus menyambut masa penerimaan santri baru.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Tukang Kayu, Serda Wahyu Armansyah, yang hadir langsung di tengah lingkungan pesantren untuk memberikan pembekalan kepada para santri dan tenaga pendidik. Kehadiran aparat TNI ini bertujuan mempererat hubungan antara institusi pertahanan negara dengan dunia pendidikan, khususnya pesantren sebagai salah satu pilar pembentukan karakter generasi muda.
Dalam penyampaiannya, Serda Wahyu Armansyah menekankan pentingnya peran santri sebagai generasi penerus bangsa yang tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab sosial. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Santri memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa. Selain memperdalam ilmu agama, penting juga untuk memahami nilai-nilai kebangsaan, disiplin, dan semangat gotong royong,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Ia juga mengajak para calon santri baru untuk menjadikan pondok pesantren sebagai tempat membentuk karakter yang kuat, mandiri, serta berintegritas. Menurutnya, lingkungan pesantren memiliki potensi besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual.
Pengasuh Ponpes Ad-Dzikra, KH. Ir. Ahmad Wahyudi, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh TNI tersebut. Ia mengapresiasi kepedulian aparat kewilayahan terhadap dunia pendidikan, khususnya pesantren, yang selama ini turut berperan dalam membina generasi muda.
Menurutnya, kehadiran TNI di lingkungan pesantren memberikan nilai tambah dalam proses pendidikan, terutama dalam hal penanaman disiplin, wawasan kebangsaan, dan semangat cinta tanah air. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang telah memberikan motivasi dan wawasan kepada para santri. Ini menjadi bekal penting bagi mereka dalam menjalani pendidikan serta kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para santri terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Mereka aktif menyimak materi serta berinteraksi dalam dialog yang membahas peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Sejumlah tenaga pendidik juga menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan semangat belajar dan kedisiplinan para santri. Selain itu, materi yang disampaikan dinilai relevan dengan kebutuhan pembinaan karakter di lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara TNI dan lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren, dapat terus terjalin erat. Sinergi tersebut dinilai penting dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, peran pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan diharapkan semakin optimal dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
