Babinsa Pengantigan Tekankan Pencegahan Kenakalan Remaja dan Peran Pemuda dalam Sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI AD

Persoalan kenakalan remaja masih menjadi tantangan sosial di berbagai daerah, termasuk di wilayah perkotaan. Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa Kelurahan Pengantigan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menggelar sosialisasi tentang kenakalan remaja sekaligus kampanye penerimaan Calon Bintara dan Calon Tamtama (Caba/Cata) TNI Angkatan Darat Tahun 2026, Rabu (21/1/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB itu berlangsung di Lingkungan Kalilo, Kelurahan Pengantigan. Hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa Kelurahan Pengantigan, Bhabinkamtibmas setempat, para ketua RT dan RW Lingkungan Kalilo, serta pemuda-pemudi yang tergabung dalam P2KS Kalilo.

Dalam sosialisasi tersebut, Babinsa Kelurahan Pengantigan, Sertu Joni Setyo Budi, menyampaikan bahwa kenakalan remaja tidak bisa dipandang sebagai persoalan individu semata, melainkan fenomena sosial yang memerlukan perhatian dan keterlibatan bersama. Ia menilai, perubahan pola pergaulan, pengaruh lingkungan, serta pemanfaatan media digital yang tidak terkontrol menjadi faktor yang turut mendorong munculnya perilaku menyimpang di kalangan remaja.

“Remaja adalah fase pencarian jati diri. Tanpa pendampingan yang tepat dari keluarga, lingkungan, dan masyarakat, mereka rentan terpengaruh hal-hal negatif,” kata Sertu Joni.

Ia menambahkan, pembinaan karakter, kedisiplinan, dan penanaman nilai kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, generasi muda merupakan pondasi kekuatan negara di masa depan sehingga harus diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang positif dan produktif.

Selain materi tentang pencegahan kenakalan remaja, Babinsa juga menyampaikan informasi mengenai kampanye penerimaan Caba dan Cata TNI AD Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan secara garis besar tahapan seleksi, persyaratan umum, serta prinsip dasar rekrutmen prajurit TNI.

Sertu Joni menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI AD dilakukan secara terbuka, objektif, dan transparan, tanpa dipungut biaya. Ia mengimbau para pemuda yang memiliki minat dan memenuhi persyaratan agar mempersiapkan diri sejak dini, baik dari aspek fisik, mental, maupun akademik.

“Menjadi prajurit TNI bukan hanya soal profesi, tetapi juga pengabdian. Karena itu, dibutuhkan kesiapan dan komitmen yang kuat,” ujarnya.

Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi aparat kewilayahan dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat kelurahan. Melalui pendekatan persuasif dan dialogis, aparat berupaya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Para ketua RT dan RW yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai sosialisasi semacam ini penting untuk memberikan pemahaman kepada warga, sekaligus membuka ruang diskusi antara aparat dan masyarakat terkait persoalan sosial yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, pemuda-pemudi P2KS Kalilo mengaku mendapatkan tambahan wawasan, baik terkait bahaya kenakalan remaja maupun peluang pengabdian melalui institusi TNI. Beberapa peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan selama kegiatan berlangsung.

Secara umum, kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi terpantau aman dan lancar.

Melalui kegiatan tersebut, TNI Angkatan Darat menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat serta siap bekerja sama dengan seluruh elemen rakyat dalam membina generasi muda, menjaga ketertiban sosial, dan memperkuat ketahanan wilayah dari tingkat paling bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *