“Saya Hanya Ingin Warga Tidak Merasa Sendiri” — Wawancara Mengharukan Sertu Joni Setyo Budi Babinsa Kelurahan Pengantigan Koramil 0825/01 Banyuwangi Saat Salurkan Bantuan

Di tengah antrean panjang warga Kelurahan Pengantigan yang menunggu penyaluran bantuan pangan, ada satu sosok yang tak pernah berhenti menyalami, menenangkan, dan menyapa satu per satu penerima. Sosok itu adalah Babinsa Kelurahan Pengantigan Koramil 0825/01 Banyuwangi, Sertu Joni Setyo Budi.

Saat ditemui usai kegiatan, Sertu Joni tak kuasa menyembunyikan emosinya.

“Setiap kali saya lihat warga datang dengan berharap, saya teringat keluarga saya sendiri. Banyak dari mereka yang hidup pas-pasan. Ada yang menahan sakit, ada yang sudah jompo, tapi masih berusaha datang demi membawa pulang beras dan minyak. Hati saya rasanya ikut nyesek,” tuturnya dengan suara bergetar.

Ia bercerita tentang momen paling menyentuh di hari itu.
“Ada seorang ibu, datang sambil gendong anaknya. Dia bilang, ‘Pak, terima kasih ya. Ini bisa buat makan anak-anak saya beberapa hari.’ Saya langsung diam. Saya tahan air mata. Berat rasanya melihat kondisi begitu, tapi saya harus tetap tegar di depan warga,” ungkapnya.

Menurut Sertu Joni, tugasnya bukan hanya mengamankan proses penyaluran, tetapi memastikan warga merasa diperlakukan dengan hormat.
“Saya ingin mereka tahu, negara hadir untuk mereka. Kadang mereka malu, kadang takut, tapi saya selalu bilang, ‘Ibu, Bapak, panjenengan semua berhak mendapatkan ini.’ Saya ingin mereka pulang dengan perasaan lega, bukan terbeban,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap kegiatan seperti ini selalu menjadi pengingat baginya tentang arti pengabdian.
“Saya bukan siapa-siapa. Tapi kalau keberadaan saya bisa bikin warga merasa aman, merasa ditemani… itu sudah cukup bagi saya. Saya hanya ingin mereka tidak merasa sendiri dalam hidup yang berat ini,” kata Sertu Joni sambil menatap jauh.

Meski aktivitas penyaluran bantuan untuk 254 warga pada hari itu berlangsung aman dan lancar, bagi Sertu Joni momen yang paling berharga justru adalah interaksi kecil penuh ketulusan antara dirinya dan masyarakat.

“Saya selalu percaya, membantu orang lain bukan soal besar atau kecilnya bantuan, tapi seberapa tulus kita menjalaninya. Dan selama saya masih bisa berdiri, saya akan terus ada untuk warga Pengantigan,” tutupnya pelan.(Pen01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *