Suasana hangat terasa sejak pagi di Kelurahan Pengantigan, Banyuwangi. Pada Selasa, 25 November 2025, dapur SPPG yang berada di Jl. Tidar tampak hidup — para relawan, anggota TNI, dan tim dapur bekerja tanpa henti sejak malam. Dalam diam yang penuh makna, tangan-tangan itu meracik makanan bergizi untuk ribuan anak bangsa.
Di antara mereka, Sertu Joni Setyo Budi dari Koramil 0825/01 Banyuwangi hadir memastikan proses pendampingan berjalan tertib dan lancar. Meski lelah tidak dapat disembunyikan, semangat para petugas menyala karena mereka sadar, apa yang mereka lakukan hari ini akan menjadi kebahagiaan bagi anak-anak esok pagi.
Tidak kurang dari 3.489 siswa dari tingkat TK hingga SMP menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap kotak makanan yang dipersiapkan dengan teliti—berisi kentang goreng, telur puyuh rebus, edamame, sup krim jagung wortel, dan pisang—bukan sekadar hidangan, melainkan wujud perhatian dan kepedulian bagi tumbuh kembang generasi penerus.
Dari ruang kelas hingga halaman sekolah, terlihat senyum merekah saat anak-anak membuka kotak makan mereka. Ada yang bertepuk tangan, ada pula yang memanggil temannya untuk melihat isi bekal. Keceriaan sederhana itu menjadi bukti bahwa makanan bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan.
Program MBG ini dirancang fleksibel agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Bahkan, ahli gizi turut mengawasi penyusunan menu agar setiap porsi benar-benar memberikan manfaat kesehatan yang optimal. Semua usaha ini bergandeng erat untuk memastikan tidak ada anak yang kekurangan asupan gizi.
Di balik kegiatan ini, tersimpan harapan besar: bahwa perubahan yang baik dapat dimulai dari satu kotak makanan yang bergizi. Hari ini, di Pengantigan, harapan itu terasa nyata.
Dan bagi para petugas yang bekerja hingga larut malam demi terselenggaranya kegiatan, setiap senyuman kecil yang muncul dari tangan-tangan mungil penerima manfaat seakan menjadi balasan yang tidak ternilai.(Pen01)
